Survei Reservoir Tikus: Langkah Penting Mencegah Wabah Leptospirosis

labkesda ketapang

 

Survei Reservoir Tikus: Mencegah Wabah Leptospirosis Sejak Dini

Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan ditularkan melalui tikus maupun hewan lain yang menjadi reservoir. Penyakit ini berisiko menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) jika tidak segera diantisipasi.

Sebagai langkah pencegahan, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Jakarta bersama jejaring Labkesmas Regional IV menyelenggarakan On The Job Training (OJT) Survei Reservoir Tikus dan Penanganan Sampel pada kondisi Potensi Wabah (PE) atau KLB Leptospirosis.


Tujuan Kegiatan

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kapasitas tenaga laboratorium dalam survei reservoir tikus, mulai dari identifikasi hingga pemeriksaan biomolekuler.

  • Memperkuat jejaring laboratorium kesehatan agar mampu merespons cepat saat ada ancaman leptospirosis.

  • Memastikan penerapan biosafety & biosecurity dalam penanganan sampel tikus.


Manfaat bagi Masyarakat

Kegiatan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, antara lain:

  • Deteksi dini potensi wabah sehingga penularan dapat dicegah lebih cepat.

  • Pengendalian tikus sebagai sumber penyakit, sehingga risiko penyebaran menurun.

  • Perlindungan kesehatan lingkungan dan peningkatan rasa aman di masyarakat.


     

Catatan

  • 🐀 Tikus bukan sekadar hama, melainkan juga reservoir penyakit.

  • 🏡 Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan adalah cara sederhana untuk mencegah leptospirosis.

  • 🤝 Kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting untuk mengendalikan penyakit ini.

  • ⚠️ Jika mengalami demam tinggi, sakit kepala, atau nyeri otot setelah kontak dengan lingkungan berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.


👉 Dengan kesiapsiagaan laboratorium dan kesadaran masyarakat, kita bisa mencegah leptospirosis sejak dini dan melindungi kesehatan bersama.